Jalanan Jakarta kini dipenuhi kendaraan listrik berplat biru. Di mana ada antrean dan kelangkaan, di situ ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
Masyarakat Jakarta mulai menyadari keuntungan kendaraan listrik: biaya pengisian daya lebih murah, bebas aturan Ganjil-Genap, dan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan minim stres. Peralihan ini bukan sekadar tren, melainkan revolusi gaya hidup.
Pertumbuhan pengguna EV di Jakarta berjalan cepat, namun infrastruktur pendukungnya belum sebanding. Antrean panjang di SPKLU mulai muncul, terutama di rest area tol dan pusat perbelanjaan saat akhir pekan.
Tiga alasan utama mengapa kemitraan SPKLU bersama kami adalah investasi yang tepat.
Punya ruko, lahan parkir, atau area luar gedung? Ubah menjadi titik SPKLU. Melalui skema kemitraan, pemilik lahan bisa mendapat bagi hasil keuntungan bersih hingga 15–20% tanpa perlu mengelola operasional harian secara penuh.
Punya kafe, resto, atau retail? Fasilitas charging (medium/fast) memaksa pengguna EV mampir. Selama 30–45 menit menunggu, mereka akan memesan kopi, makan siang, atau berbelanja di tempat Anda.
Pemerintah Indonesia mendukung penuh ekosistem ini. Proses perizinan mitra SPKLU kini lebih dipangkas, ditambah insentif seperti diskon tarif tenaga listrik untuk penyedia infrastruktur EV.
Kami membantu mulai dari perencanaan MEP, distribusi kelistrikan TM/TR, hingga konsultasi teknik — end-to-end untuk kebutuhan infrastruktur EV charging Anda.